February 18, 2010

Keberlanjutan Sistem Pekarangan Komersial dan Tradisional serta Potensi Rosot Karbon Pekarangan

Prof.Dr. Erri Noviar Megantara Herri Y. Hadikusumah, Drs., M.Si Dr. Teguh Husodo, M.Si Fakultas: PPSDAL Sumberdana: Strategis Nasional Unpad Tahun: 2010 Abstrak: Penelitian ini menggambarkan keberlanjutan struktur dan fungsi pekarangan komersial di Desa Cihideung, Lembang, Kabupaten Bandung Barat dan Pekarangan Tradisional di Desa Pasirbiru, Kabupaten Sumedang, serta untuk mengetahui atau mengukur kemampuan pekarangan sebagai penyimpan cadangan karbon. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor keberlanjutan dari dua pola pemanfaatan pekarangan tersebut, serta mengkaji implikasi apa yang terjadi dari perubahan yang terjadi terhadap nilai ekologi, ekonomi dan fungsi sosial pekarangan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metoda survey yang bersifat kuantitatif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah pedoman survey vegetasi dan kuesioner. Pedoman survey vegetasi digunakan untuk identifikasi tanaman dan kuesioner digunakan sebagai instrumen dalam wawancara dengan sejumlah responden yang dipilih secara acak untuk menggali data sosial. Untuk mengukur cadangan karbon tersimpan di pekarangan digunakan metoda semi dekstruktif dengan menggunakan Metoda RacSA (Rapid Carbon Stock Appraisal). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan struktur floristik tanaman antara pekarangan komersial dengan pekarangan tradisional. Stratifikasi tinggi tanaman pada pekarangan komersial jauh lebih sederhana dibandingkan dengan pekarangan tradisional. Demikian pula halnya dominasi tanaman yang mengisi ruang pekarangan juga menunjukkan perbedaan, pada pekarangan komersial didominasi oleh kelompok tanaman non-kayu sedangkan pada pekarangan tradisional diisi oleh percampuran tanaman kayu dan non-kayu. Implikasinya besarnya cadangan karbon pada pekarangan komersial jauh lebih rendah dibandingkan dengan besarnya cadangan karbon pada pekarangan tradisional. Fungsi pekarangan komersial cenderung mereduksi multi fungsi dari pekarangan khususnya fungsi ekologi dan budaya pekarangan, sedangkan fungsi pekarangan tradisional sangat memperhatikan fungsi ekologi, social dan budaya akan tetapi kurang memperhatikan fungsi produksi dari pekarangan. Berdasarkan temuan di lapangan penelitian ini merekomendasikan perlunya keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan ekologi diperhatikan agar supaya terjadi kelestarian dalam ekosistem pertanian khususnya lahan pekarangan Kata kunci: Struktur floristik pekarangan, pekarangan, biomasa tanaman (Mg/ha), cadangan karbon (Mg C/ha), Mg/Ton (megagram = ton = 106 g).

Artikel terkait