June 19, 2011

Karakteristik Fraktal Geomorfologi sebagai Representasi Fenomena Geologi Bawah Permukaan Untuk Dasar Kebijakan Pengembangan Tata Ruang Wilayah dan Infrastruktur

Ir. Andi Agus Nur, MT Fakultas: TEKNIK GEOLOGI Sumberdana: ANDALAN Tahun: 2011 Abstrak: Geomorfologi yang muncul di permukaan dipengaruhi proses terhadap material sepanjang waktu. Proses yang terlibat adalah proses endogen dan eksogen. Proses eksogen berupa erosi dan pelapukan, sedangkan prosen endogen berupa tektonik yang diperlihatkan oleh bentuk-bentuk struktur geologi. Struktur geologi merupakan konfigurasi deformasi suatu wilayah akibat peran tektonik, yaitu peran gaya endogen atau medan gaya asal dari dalam bumi yang telah dan mungkin masih terus bekerja terhadap massa batuan penyusun kerak bumi di suatu wilayah. Pengertian tektonik adalah suatu fenomena tentang keterlibatan medan gaya-gaya bumi dan/atau konfigurasi struktur yang dihasilkannya, sedangkan pengertian deformasi adalah peristilahan umum untuk proses perlipatan, pematahan, penggerusan (shearing), kompresi, atau ekstensi massa batuan sebagai hasil dari kerja aneka gaya-gaya bumi (Bates & Jackson, 1984). Data anomali Bouguer dapat digunakan untuk memahami proses tektonik dan geologi berdasarkan hubungan antara parameter-parameter fisisnya. Pada prinsipnya metode tersebut mengukur perubahan medan potensial yaitu medan utama gravitasi yang berubah menurut waktu dan tempat diatas permukaan bumi. Sifat yang menarik dari anomali Bouguer adalah memiliki gradien horisontal yang ekstrim di atas suatu benda anomali yang berbentuk relatif tegak, hal ini tentunya dapat dimanfaatkan sebagai pendukung pada penelitian ini, bahwa karakteristik geometri dipermukaan diharapkan dapat berkorelasi dengan pola yang ditunjukkan oleh anomali Bouguer. Interpretasi secara sederhana minimal dapat menjelaskan secara kualitatif posisi benda dan bentuk benda penyebab anomali yang merupakan konfigurasi deformasi oleh peran tektonik (lipatan, kekar, sesar atau patahan) di wilayah penelitian. Maksud penelitian adalah untuk mempelajari nilai fraktal kelurusan dan kemiringan topografi di permukaan maupun di bawah permukaan. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan kesimpulan sampai sejauh mana hubungan nilai fraktal kemiringan topografi di permukaan dan gradien kontur Anomali Bouguer di bawah permukaan, sehingga dapat dimanfaatkan kajiannya terhadap tingkat keyakinan risiko ancaman bencana alam dan dapat dimanfaatkan dalam pedoman penyusunan RTRW setempat. Tujuan penelitian lainnya adalah memverifikasi respon arah kelurusan dan fraktal morfometri di permukaan kaitannya dengan pola kontur bouguer anomali yang terbentuk di bawah permukaan pada wilayah bertektonik aktif. Hasil uji analisis statistik didapatkan sebagai berikut : 1) Hasil uji statistik uji beda dengan T-test terhadap nilai fraktal liniamen (kelurusan) topografi dari peta kontur Anomali Bourger (FLAB) dengan nilai fraktal liniamen (kelurusan) pada DEM (FLDEM, didapat kesimpulan bahwa terdapat perbedaan antara nilai fraktal liniamen (kelurusan) dari Anomali Bourger (FLAB) dengan nilai fraktal liniamen (kelurusan) pada DEM (FLDEM). 2) Hasil uji statistik uji beda dengan T-test terhadap nilai fraktal kontur Anomali Bourger (FKAB) dengan nilai fraktal kontur topografi (FKTOP) didapatkan kesimpulan bahwa terdapat perbedaan antara nilai fraktal kontur Anomali Bourger (FKAB) dengan nilai fraktal kontur topografi (FKTOP) 3) Hasil uji statistik regresi-korelasi terhadap hubungan antara nilai fraktal kontur Anomali Bourger (FKAB) dengan nilai fraktal kontur topografi (FKTOP) menunjukkan nilai R yang negatif, artinya nilai fraktal kontur Anomali Bourger (FKAB) berbanding terbalik dengan dengan nilai fraktal kontur topografi (FKTOP). 4) Hasil uji statistik regresi-korelasi terhadap hubungan antara nilai fraktal liniamen (kelurusan) dari Anomali Bourger (FLAB) dengan nilai fraktal liniamen (kelurusan) pada DEM (FLDEM) menunjukkan nilai R yang positif, artinya nilai fraktal liniamen (kelurusan) dari Anomali Bourger (FLAB) berbanding lurus dengan nilai fraktal liniamen (kelurusan) pada DEM (FLDEM). Berdasarkan hasil uji statistik di atas dan berdasarkan kajian secara keseluruhan kesimpulan yang dapat diperoleh adalah sebagai berikut: 1) Kelurusan topografi di permukaan berbeda dengan kelurusan kontur anomali Bouguer di bawah permukaan, karena faktor eksogen dominan terjadi di permukaan tidak sampai ke bawah permukaan, sehingga bentuk geomorfologi dan kelurusan topografinya akan berbeda pula. 2) Kontur topografi di permukaan berbeda dengan kontur anomali Bouguer di bawah permukaan, karena faktor eksogen dominan terjadi di permukaan tidak sampai ke bawah permukaan, sehingga bentuk geomorfologi dan kontur topografimya akan berbeda pula. 3) Wilayah penelitian memiliki kondisi dinamis yang terus bergerak, karena berkondisi tektonik aktif (berdasarkan penelitian terdahulu, Hirnawan, 2009). Adanya hubungan kelurusan topografi di atas permukaan berbanding lurus dengan kelurusan kontur anomali Bouguer di bawah permukaan, menunjukkan faktor yang paling dominan berpengaruh adalah konfigurasi deformasi dari geometri batuan yang relatif menerus ke bawah permukaan. 4) Hubungan antara kontur permukaan dengan kontur bawah permukaan yang berbanding terbalik menunjukkan bahwa densitas batuan di bawah permukaan relatif homogen namun konfigurasi deformasi cukup kompleks. Kata kunci:

Artikel terkait