February 8, 2010

Kajian Daya Rehidrasi Breakfast Sereal Berbahan Baku Beras dan Kacang Hijau Untuk Meningkatkan Nilai Tambah Beras Cianjur di Kabupaten Cianjur

Souvia Rahimah, STP., M.Sc. Efri Mardawati, STP., MT Siti Nurhasanah, STP., M.Si Fakultas: FTIP Sumberdana: LITMUD Tahun: 2010 Abstrak: Perkembangan dan pertumbuhan masyarakat menyebabkan meningkatnya tuntutan akan tersedianya produk makanan yang mudah disajikan, aman, bergizi, memiliki karakteristik organoleptik yang menarik, serta harga yang terjangkau. Breakfast cereal umumnya dipilih sebagai menu sarapan pagi karena kepraktisannya. Breakfast cereal adalah makanan sarapan yang terbuat dari serealia, seperti jagung, beras, gandum, dan lain-lain. Cianjur merupakan salah satu sentra penghasil beras terbesar di Jawa Barat. Beras selama ini hanya dikonsumsi sebagai nasi padahal nilai tambahnya dapat ditingkatkan bila diolah menjadi produk lain seperti sereal. Untuk meningkatkan protein, sereal tersebut dapat ditambahkan kacang hijau. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan imbangan yang tepat antara beras dan kacang hijau sehingga dihasilkan sereal dengan karakteristik yang baik, memiliki nilai gizi yang cukup dan disukai konsumen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan parameter pengamatan terdiri dari daya rehidrasi, rendemen, pengembangan volume dan sifat organoleptik. Perlakuan yang diujikan adalah perbandingan antara beras dan kacang hijau 100:0 (kontrol), 90:10, 80:20, 70:30 dan 60:40 dengan tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sereal dengan imbangan 60 : 40 memiliki nilai kerenyahan, warna, rasa dan pengembangan volume yang lebih baik dan rendemen yang lebih tinggi. Hasil uji rehidrasi menunjukkan angka yang berfluktuatif, namun memiliki kecenderungan makin banyak kacang hijau yang digunakan, daya rehidrasinya semakin kecil. Kata kunci: sereal sarapan, daya rehidrasi, beras, kacang hijau.

Artikel terkait