February 8, 2008

Kajian Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia mangostana) Dalam Rangka Pemanfaatan Limbah Kulit Manggis di Kecamatan Puspahiang Kabupaten Tasikmalaya

Efri Mardawati, STP.,MT, Cucu S. Achyar, Ir., MS., Herlina Marta, STP Fakultas: FTIP Sumberdana: LITMUD Tahun: 2008 Abstrak: Kulit manggis merupakan cangkang yang dibuang oleh konsumen atau dapat disebut dengan limbah hasil pertanian. Kulit buah Manggis diketahui mengandung senyawa xanthone sebagai antioksidan, antiproliferativ, dan antimikrobial yang tidak ditemui pada buah-buahan lainnya. Untuk itu perlu dilakukan penelitian untuk mengkaji kandungan dan aktivitas antioksidan yang terdapat dalam kulit buah manggis yang ada di Kabupaten Tasikmalaya yang merupakan salah satu sentra produksi manggis Indonesia, sehingga dapat menambah sumber antioksidan alami yang sangat dibutuhkan untuk kesehatan manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh ekstrak kasar kulit manggis yang mengandung antioksidan dengan rendemen ekstraksi serta aktivitas antioksidan tertinggi dari tiga pelarut yang digunakan yaitu pelarut methanol, etanol dan etil asetat. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode dpph. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif atau explanatory research yang didekati dengan analisis regresi. Percobaan terdiri dari 3 perlakuan pelarut yang diulang sebanyak 3 kali yaitu: pelarut metanol, pelarut etanol dan pelarut etil asetat. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa ekstrak kulit manggis memiliki antioksidan sangat kuat hal ini dibuktikan pada semua fraksi pelarut baik fraksi methanol, etanol dan etil asetat memiliki EC50 kurang dari 50, dan aktivitasnya lebih besar jika dibandingkan dengan antioksidan yang menjadi balangko. Fraksi Metanol mempunya EC50 yang lebih kecil yaitu 8,00 mg/L, berarti mempunyai aktivitas antioksidan yang lebih besar dibandingkan dengan fraksi etanol dengan nilai EC50 sebesar 9,26 mg/L dan etil asetat yang memberikan nilai EC50 sebesar 29,48 mg/L. Berdasarkan hasil perhitungan nilai rendemen ekstrak kasar antioksidan yang dihasilkan terlihat bahwa pada fraksi methanol memiliki nilai rendemen yang terbesar yaitu 22,7% kemudian diikuti oleh fraksi etanol (18,99%) dan etil asetat (11,54) Kata kunci: Buah Manggis, antioksidan, metode dpph

Artikel terkait