February 18, 2009

Instalasi Pengolahan Limbah Cair Biologis Menggunakan Phragmites Karka dan Typha latifolia untuk Mengolah Limbah Cair Rumah Tangga, Limbah Cair Pabrik Tahu dan Limbah Cair Pabrik Pencelupan Kain Sarung

Prof.Dr.H.Denny Kurniadie,Ir.,MSc Iskandar, Ir., M.Si Fakultas: PERTANIAN Sumberdana: STRATEGIS NASIONAL Tahun: 2009 Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari efektifitas instalasi pengolah limbah cair biologis dengan menggunakan gulma air Phragmites karka dan Typha latifolia untuk mengolah limbah cair rumah tangga rumah penunggu kebun percobaan Universitas Padjadjaran di Jatinangor. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Universitas Padjadjaran Ciparanje Jatinangor dari bulan Mei sampai November 2009. Rancangan percobaan yang digunakan menggunakan percobaan descriptive untuk menghitung efisiensi dari instalasi pengolah limbah cair biologis. Bak penampung berukuran 2 x 1 x 1,2 m dibuat disamping septic tank yang sudah ada dengan tujuan untuk menampung limpasan limbah cair yang keluar dari septic tank yang selanjutnya dialirkan ke filter bed yang berjarak sekitar 15 m dari bak penampung. Pengaliran limpasan limbah cair dari septic tank ke filter bed melalui gaya berat (perbedaan ketinggian tempat antara bak penampung dengan filter bed). Bagian dasar dari filter bed dilapisi oleh tanah liat selanjutnya dilapisi oleh terpal plastic dengan tujuan untuk menghindari kontaminasi air tanah oleh limbah cair. Selanjutnya filter bed diisi oleh batu kerikil yang berukuran 16-32 mm setebal 15 cm, batu kerikil yang berukuran 8-16 mm setebal 15cm dan akhirnya ditimbun oleh pasir sungai sedalam 60 cm. Diatas permukaan pasir selanjutnya ditimbun oleh batu kerikil berukuran 16-32 mm setebal 15 cm dan batu kerikil yang berukuran lebih kecil (8-16 mm) setebal 15 cm. Tumbuhan gulma air Phragmites karka dan Typha latifolia ditanam dengan cara menggali lubang berukuran 15 x 15 cm dengan jarak tanam 20 x 20 cm. Limbah cair baik dari bagian influent maupun effluent dianalisa kandungan BOD5, COD, NH4-N, NO3-N, NO2-N, total-N, PO4-P dan bakteri E. coli setiap dua minggu. Semua analisa kimia baik influent maupun effluent dianalisa di Laboratorium air kotor milik PDAM kota Bandung. Analisa BOD5 dilakukan dengan menggunakan Manometric dari WTW sedangkan analisa COD, NH4-N, NO3-N, NO2-N, total-N, PO4-P dianalisa menggunakan alat photometer dari WTW (MN 2000). Pengamatan pertumbuhan ikan yang menggunakan media air effluent dan effisiensi instalasi pengolah limbah cair dilakukan setiap dua minggu. Hasil penelitian menunjukan bahwa Typha latifolia tidak mampu hidup. Hal ini kemungkinan disebabkan karena akar tumbuhan Typha latifolia tidak mampu menyerap limbah cair dari bagian bawah filter bed. Effisiensi sistim pengolah limbah cair biologis sudah cukup tinggi, meskipun sistim ini baru beroperasi lima bulan. Rata-rata efisiensi pembersih dari instalasi ini selama periode Agustus sampai Oktober 2009 untuk BOD5, COD, NH4-N, total- N, PO4-P dan Fecal Coliform bacteria secara berurutan adalah sebagai berikut 69,20%, 68,79%, 84,58%, 70,21%, 93,34% dan 97,14%. Nilai ini cukup baik dan memberikan harapan bahwa instalasi ini berpotensi digunakan sebagai instalasi pembersih limbah cair dari industry yang berbasis pertanian Kata kunci: Phragmites karka, Typha latifolia, Limbah, Pengolahan

Artikel terkait