February 18, 2010

Inokulasi Konsorsium Dekomposer Beragen Hayati Pada Jerami di Lahan dan Pemberian Pupuk Bio Untuk Mensubtitusi Pupuk Anorganik dan Meningkatkan Produksi Padi Dengan Teknologi IPAT-BO

Prof. Dr. Tualar Simamarta, Ir., MS Dr. Ir. Betty Natalie Fitriatin, MP Dr. Hersanti, Ir., MP Fakultas: PERTANIAN Sumberdana: Hibah Bersaing Tahun: 2010 Abstrak: Intensifikasi Padi Aerob Terkendali Berbasis Organik (IPAT-BO) adalah sistem produksi yang hemat air, bibit dan pupuk anorganik dengan menitikberatkan pemanfaatan kekuatan biologis tanah (pupuk hayati, agen hayati, sistem perakaran), manajemen tanaman (seleksi benih, jarak tanam, teknik penanaman dan pemeliharaan), pemupukan (pupuk organik, pupuk bio, anorganik dan teknik pemupukan) dan tata air secara terpadu dan terencana (by design) untuk mendukung dan memaksimalkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi secara optimum dalam kondisi aerob. Tujuan penelitian pada tahun pertama ini yaitu untuk menguji isolat dekomposer dalam laju dekomposisi jerami dalam tanah dan untuk menguji isolat pupuk hayati terhadap tanaman padi pada tanah yang diberi jerami. Penelitian pendahuluan dilakukan untuk menyeleksi isolat dan formulasi konsorsium dekomposer (selulotilik dan lignolitik) dan agen hayati serta seleksi dan formulasi isolat pupuk hayati. Percobaan rumah kaca dilakukan untuk menguji isolat dekomposer dalam laju dekomposisi jerami dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial yang terdiri dari dua faktor dengan tiga kali ulangan. Faktor pertama yaitu : waktu Inkubasi sebelum diikorpasikan dengan tanah (0, 5, 10, 15 Hari setelah inkubasi). Faktor kedua yaitu Inokulan : i0 = tanpa inokulan; i1 = Formulasi A yang mengandung mikroba T. Harzianum, B. Subtililis, Cytophaga sp. Dan B. Licheniformis ; i2 = Formulasi B mengandung mikroba B. Subtililis, Cytophaga sp.,dan B. Licheniformis, Streptomyces sp. Percobaan rumah kaca untuk menguji pengaruh inokulan pupuk hayati terhadap tanaman padi pada tanah yang diberi jerami yang telah diinokulasi dengan konsorsium dekomposer beragen hayati, menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang diulang tiga kali, dengan perlakuan antara lain : A = tanpa inokulan (kontrol); B= inokulan bakteri pemfiksasi N (Azotobacter + Azospirillum eksogenous); C= inokulan bakteri pemfiksasi N (Azotobacter + Azospirillum indigenous); D= inokulan bakteri pelarut fosfat (Pseudomonas sp + Bacillus mycoides); E= inokulan bakteri pelarut fosfat inigenous; F= inolukan bakteri pemfiksasi N (eksogenous dan indigenous); G= inokulan bakteri pelarut fosfat (eksogenous dan indigenous); H= inokulan campuran bakteri pemfiksasi N dan pelarut P. Hasil percobaan menunjukkan bahwa inokulan decomposer dan agen hayati yang dapat diformulasikan dalam satu kemasan berdasarkan uji antagonistik yaitu Formulasi A yang mengandung mikroba T. Harzianum, B. Subtililis, Cytophaga sp. Dan B. Licheniformis sedangkan Formulasi B mengandung mikroba B. Subtililis, Cytophaga sp.,dan B. Licheniformis, Streptomyces sp. Formulasi B mampu mendekomposisi jerami lebih baik dibandingkan formulasi A. Pupuk hayati berupa bakteri pemfiksasi N (Azotobacter dan Azospirillum) serta BPF baik yang indigenus maupun yang eksogenus tidak mempengaruhi secara signifikan terhadap P tersedia, N total serta serapan N dan P tanaman. Kata kunci: Dekomposer, agen hayati, pupuk bio, jerami , padi , IPAT-BO

Artikel terkait