February 18, 2007

Induksi Kalogenesis dari Daun Nilam untuk Ketersediaan Bibit Asal Embriosomatik In Vitro di Kabupaten Garut

Dr. rer.nat. Suseno Amien,Ir, Noladhi Wicaksana, S.P, Farida Damayanti, S.P Fakultas: PERTANIAN Sumberdana: LITMUD Tahun: 2007 Abstrak: Penelitian dilakukan untuk mempelajari tahapan induksi kalus eksplan daun tiga varietas nilam dalam berbagai konsentrasi Picloram secara in vitro. Penelitian dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan D-3 Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran dari bulan April 2007 sampai Juni 2007. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok pola faktorial dengan dua faktor perlakuan dan diulang tiga kali. Setiap perlakuan terdiri dari dua botol kultur. Faktor pertama adalah varietas Nilam (A), terdiri dari tiga macam (a1 = Lholsemauwe, a2 = Sidikalang, a3= Tapaktuan) dan faktor kedua adalah konsentrasi Picloram (P) yang terdiri dari enam konsentrasi Picloram (0; 0,5; 1,5; 2,0; 0,5) mg/L. Hasil percobaan menunjukkan interaksi yang nyata antara genotip dengan konsentrasi zat pengatur tumbuh terhadap biomassa kalus, persentase terbentuk kalus, ukuran kalus, jumlah tunas, dan tinggi tunas. Organogenesis langsung pembentukan tunas dapat terbentuk pada media tanpa penambahan zat pengatur tumbuh, sedangkan Picloram efektif dalam pembentukan kalus. Varietas Lhoksemauwe memberikan respon yang lebih baik daripada varietas Sidikalang dan Tapaktuan pada pengamatan bobot biomassa kalus, ukuran kalus dan persentase terbentuk kalus. Konsentrasi sebesar 0,5 mg/L sangat baik untuk petumbuhan bobot biomassa, ukuran kalus dan persentase terbentuk kalus pada varietas Lhoksemauwe dan Sidikalang. Konsentrasi sebesar 2,0 mg/L sangat baik untuk petumbuhan bobot biomassa kalus, ukuran kalus dan persentase terbentuk kalus pada varietas Tapaktuan. Bobot biomassa kalus, ukuran kalus dan persentase terbentuk kalus pada varietas Lhoksemauwe efektif didapatkan pada konsentrasi sebesar 0,5 mg/L dan untuk varietas Sidikalang pada konsentrasi 1,0 mg/L. Konsentrasi 1,5 mg/L sangat baik untuk pertumbuhan bobot biomassa dan ukuran kalus pada varietas Tapaktuan, sedangkan untuk persentase terbetuk tunas konsentrasi 1,0 mg/L merupakan yang paling efektif. Kata kunci:

Artikel terkait