February 14, 2010

Hubungan Usia Pemberian Imunisasi BCG dengan Kejadian Tuberkulosa pada Anak di RSU dr Slamet Garut

Windy Rakhmawati, S.Kp., M. Kep. Ai Mardhiyah, S.Kp., M.Kes Sari Fatimah, S.Kp Fakultas: KEPERAWATAN Sumberdana: LITMUD Tahun: 2010 Abstrak: Salah satu upaya preventif dalam mencegah Tuberkulosis (TB) pada anak yaitu melalui pemberian imunisasi BCG. Namun usia yang tepat bagi anak untuk diimunisasi BCG masih banyak diperdebatkan yaitu segera setelah lahir (neonatus) atau < 2 bulan. Kabupaten Garut masih memiliki angka kejadian TB yang tinggi, meskipun cakupan imunisasi BCGnya pun sudah cukup tinggi. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia pemberian imunisasi BCG dengan kejadian tuberkulosa pada anak di RSU Dr. Slamet Garut. Metode Penelitian yang digunakan deskriptif korelasional dengan pendekatan case control. Sampel dalam penelitian ini yaitu : 37 orang kelompok kasus yaitu anak yang mengalami TB dan 37 orang kelompok kontrol yaitu yang tidak TB. Data dikumpulkan melalui wawancara. Analisis univariat digunakan analisis prosentase, analisis bivariat digunakan uji Chi Square (?=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara usia pemberian imunisasi BCG dengan kejadian tuberkulosa pada anak (p value = 0,816). Namun pada anak yang TB, menunjukkan bahwa pada neonatus memiliki prosentase lebih besar (52,5%) terkena TB dibandingkan pada anak < 2 bulan (47,2%). Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disarankan untuk mengoptimalkan pemberian imunisasi BCG dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang mungkin akan mempengaruhi efektifitas BCG, khususnya usia anak dalam pemberian imunisasi BCG, memperhatikan skar yang ditimbulkan dari imunisasi BCG sebagai indikator efektifitas atau keberhasilan imunisasi BCG, mengoptimalkan pemantauan dan pengobatan tuntas pada orang dewasa yang menderita TB aktif, dan mengembangkan pembinaan terhadap masyarakat dalam membangun budaya hidup bersih dilingkungan sekitarnya Kata kunci:

Artikel terkait