February 14, 2008

Hubungan Status Gizi Imunisasi dan Riwayat Kontak dengan Kejadian Tuberkolusis pada Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Ciawi Kabupaten Tasikmalaya

Windy Rakhmawati, S.Kp., M.Kep., Sari Fatimah, S.Kp., M.Kes, Ikeu Nurhidayah , S.Kep., Ners. Fakultas: KEPERAWATAN Sumberdana: LITMUD Tahun: 2008 Abstrak: Tuberkulosis (TB) pada anak merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pernafasan yang sulit terdeteksi, namun dampaknya cukup mempengaruhi perkembangan anak dan status kesehatan anak bahkan dapat menimbulkan kematian. Oleh karena itu perlu dilakukan tindakan pencegahan dengan memahami faktor-faktor yang beresiko untuk terjadinya kejadian tuberkolosa pada anak yaitu status gizi yang kurang, belum mendapatkan imunisasi BCG dan adanya riwayat pernah kontak dengan orang dewasa yang dengan TB aktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran masing-masing variabel yaitu status gizi, imunisasi dan riwayat kontak, juga untuk mengetahui hubungan dari masing-masing variabel tersebut dengan kejadian tuberkolosa pada anak, serta faktor mana yang paling dominan berhubungan dengan kejadian tuberkolosa pada anak. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan case control. Sampel dalam penelitian adalah anak usia 3 bulan-5 tahun yang terdiri dari dua kelompok : 35 orang kelompok kasus yaitu anak yang baru terdiagnosis TB (<2 bulan) dan 35 orang kelompok kontrol yaitu anak yang tidak terdiagnosis TB dalam 2 bulan terakhir ini. Teknik pengumpulan data yaitu melalui studi dokumentasi pada KMS untuk melihat BB, TB dan status imunisasi BCG anak dan wawancara untuk mengetahui riwayat kontak. Analisis univariat digunakan analisis prosentase, sedangkan analisis bivariat digunakan uji chi square (?=0,05) dan analisis mutivariat digunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (75,7%) status gizi anak baik, hampir seluruh anak (98%) sudah pernah mendapatkan imunisasi BCG, dan sebagian besar (57,1%) tidak ada riwayat kontak dengan penderita TB aktif. Hasil uji korelasi menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan pada antara status gizi (p value=0,005) dengan kejadian TB, dan riwayat kontak (p value=0,008) dengan kejadian TB sedangkan status imunisasi tidak ada berhubungan yang secara signifikan (p value=1,000) dengan kejadian TB. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi praktek keperawatan agar lebih menekankan upaya promotif dan preventif dengan mengefektifkan dan mengintensifkan penyuluhan kesehatan terkait dengan gizi, imunisasi dan riwayat kontak, mengoptimalkan pemantauan gizi pada anak, mengoptimalkan pemberian imunisasi BCG dengan memperhatikan waktu pemberian yaitu pada 3 bulan pertama dan cara pemberian yang tepat. Dan bagi pihak puskesmas hendaknya membuat kebijakan/program yang terkait dengan waktu yang tepat dalam pemberian imunisasi BCG ini. Mengoptimalkan pemantauan dan pengobatan tuntas pada orang dewasa yang menderita TB aktif. Dan bagi pendidikan keperawatan agar mengembangkan kurikulum pendidikan keperawatan mengenai faktor-faktor yang beresiko dalam terjadinya tuberkolosa pada anak Kata kunci: Tuberkulosis, status gizi, imunisasi, riwayat kontak

Artikel terkait