February 14, 2010

Formulasi dan Uji Stabilitas Ekstrak Curcumin Tanaman Curcuma Longa dari Garut Sebagai Obat Anti inflamasi pada Mukosa Mulut dalam Bentuk Sedian Gel

Dani Rizal Firman, drg Elizabeth Fitriana Sari, Drg., Sp.PM Ida Musfiroh, S.Si., M.Si Fakultas: KEDOKTERAN GIGI Sumberdana: LITMUD Tahun: 2010 Abstrak: Komponen aktif pada kunyit adalah curcumin. Salah satu penyakit di bidang kedokteran gigi yang selalu disertai proses inflamasi yang menimbulkan keluhan adalah stomatitis aphthous. Penggunaan ekstrak curcumin sebagai obat anti inflamasi diduga dapat dilakukan juga dengan cara pemberian topikal. Salah satu jenis bentuk sediaan obat yang sering digunakan secara topikal pada mukosa rongga mulut adalah gel. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan formulasi dan uji stabilisasi ekstrak curcumin tanaman Curcuma longa dari wilayah Kabupaten Garut sebagai obat anti inflamasi pada mukosa mulut dalam bentuk sediaan gel. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, selanjutnya penapisan fitokimia dilakukan untuk mengetahui adanya golongan senyawa alkaloid, monoterpenoid, seskuiterpenoid, flavonoid, tanin, polifenol, triterpenoid, steroid, kuinon, dan saponin. Setelah itu penentuan pola kromatografi lapis tipis dengan menggunakan pelat silika gel. Tahap berikutnya pembuatan gel Karbopol yaitu mengembangkan basis gel Karbopol dengan aquadest yang dilanjutkan dengan pengujian stabilitas. Hasil pengamatan organoleptis menunjukkan bahwa sediaan gel menghasilkan bentuk homogen dan tidak berbau. Nilai pH berada pada rentang 6,72-7,93, dan viskositas tidak ada perubahan signifikan selama penyimpanan 14 hari. Simpulan penelitian adalah sediaan gel stabil dan memenuhi parameter fisik yang disyaratkan untuk sediaan topikal. Kata kunci: curcumin, stomatitis aphthous, antiinflamasi

Artikel terkait