February 8, 2010

Faktor Faktor yang Berhubungan dengan Ketidakpatuhan Penderita dalam Memeriksakan Dahak untuk Penegakan Diagnosis TB Paru di Balai Kesehatan Baru Masyarakat Garut

Kuswandewi Mutyara, dr., MSc. Sri Yusnita Irda Sari, dr., M.Sc Fakultas: KEDOKTERAN Sumberdana: LITMUD Tahun: 2010 Abstrak: Tujuan: Pemeriksaan dahak yang baik yaitu menggunakan sistem SPS (Sewaktu-Pagi-Sewaktu) merupakan hal penting dalam penegakan diagnosa TBC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar angka ketidakpatuhan pasien dalam memeriksakan dahak secara SPS dan faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan ketidakpatuhan tersebut. Metode: Penelitian ini bersifat cross-sectional dan bersifat deskriptif-eksploratif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang diambil dengan wawancara terstruktur dan pengumpulan data sekunder di laboratorium. Penelitian dilakukan selama 3 bulan di BPKM Garut. Hasil: Terdapat 97 data pasien berhasil dikumpulkan dengan angka ketidakpatuhan sebesar 20% dan sebanyak 40% dari dahak yang dikumpulkan kualitasnya masih tergolong jelek. Satu-satunya faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pasien dalam mengumpulkan dahak secara SPS yaitu ada atau tidaknya informasi dari petugas kesehatan mengenai cara dan pentingnya pengumpulan dahak SPS tersebut Kesimpulan: masih tingginya angka ketidakpatuhan pasien di BKPM Garut dalam pemeriksaan dahak secara SPS sehingga perlu ditingkatkan lagi pemberian penyuluhan dari petugas kesehatan mengenai cara dan pentingnya pengumpulan dahak SPS Kata kunci:

Artikel terkait