February 18, 2009

Epidemiologi dan Pengendalian Terintegrasi Penyakit Busuk Cincin (Clavibacter michiganensis subsp. Sepedonicus) Pada Tanaman Kentang di Indonesia

Prof. Tarkus Suganda, Ir., M.Sc., PhD Wiwin Setiawati, Ir., MS., APU Ineu Sulastrini, SP Fakultas: PERTANIAN Sumberdana: KKP3T Tahun: 2009 Abstrak: Indonesia mengimpor bibit kentang dari berbagai negara. Bakteri C. michiganensis subsp. sepedonicus, penyebab penyakit busuk cincin, sejauh ini dikategorikan sebagai organisme pengganggu tanaman karantina A1 yang harus dicegah keberadaannya di Indonesian. Akhir-akhir ini, penyakit busuk cincin diduga telah ditemukan di pertanaman kentang, khusunya pada ubi kentang yang terinfeksi. Sebuah survey untuk membuktikan dugaan ini telah dilakukan untuk membuktikan keberadaan bakteri ini di sentra pertanaman kentang Jawa Barat, seperti di Pangalengan, Lembang, dan Cisurupan. Sebanyak 268 isolat bakteri berhasil diperoleh. Pengujian dilakukan dengan metode pengecatan Gram yang dilanjutkan dengan uji serologis DAS-ELISA dengan menggunakan serological test kit khusus untuk mendeteksi C. michiganensis subsp. sepedonicus, yang diproduksi oleh Agdia Inc., 30380 Country Road 6, Elkhart, Indiana 46514 USA. Hasilnya menunjukkaan bahwa 2 isolate bakteri dari Pangalengan, yaitu satu berasal dari pertanaman kentang dan satunya dari ubi bibit kentang adalah positif terinfeksi oleh bakteri C. michiganensis subsp sepedonicus Kata kunci: Clavibacter michiganensis subsp sepedonicus, penyakit busuk cincin pada tanaman kentang

Artikel terkait