December 17, 2019

Edukasi Pencegahan Infeksi Oromaksilofasial dan Penatalaksanaan Nyeri pada Pasien Infeksi Oromaksilofasial

Infeksi oromaksilofasial merupakan salah satu jenis kelainan di bidang kedokteran gigi yang paling sering terjadi. Gejala klinis yang dialami pasien dapat bervariasi dimulai dari pembengkakan pada gusi, nyeri orofasial, hingga kematian. Mengingat dampak infeksi oromaksilofasial yang berat, maka penatalaksanaan tidak hanya bersifat terapeutik namun juga harus meliputi aspek preventif berupa edukasi kepada masyarakat mengenai infeksi oromaksilofasial serta gejala klinis yang paling dikeluhkan yaitu nyeri orofasial. 

Dalam bidang ilmu bedah mulut, terdapat dua jenis kelainan yang berpotensi untuk menimbulkan nyeri orofasial akut, yaitu infeksi oromaksilofasial maupun trauma oromaksilofasial. Berdasarkan penyebabnya, maka infeksi oromaksilofasial dapat dikelompokkan menjadi infeksi oromaksilofasial

odontogenik dan infeksi oromaksilofasial non-odontogenik. Terlepas dari penyebabnya, pada infeksi oromaksilofasial, terjadi proses inflamasi yang berpotensi memicu munculnya nyeri orofasial. Selain nyeri orofasial, infeksi oromaksilofasial juga berpotensi untuk menyebabkan stress pada penderitanya. Hal ini dikarenakan pada infeksi oromaksilofasial, lazim terjadi perubahan struktur anatomi wajah berupa pembengkakan, dan berpotensi mengganggu fungsi estetis penderitanya.

Berdasarkan latar belakang di atas, maka dari itu diperlukan edukasi mengenai pencegahan infeksi nyeri oromaksilofasial serta penatalaksanaan nyeri pada penderita infeksi oromaksilofasial sebagai upaya memperbaiki atau mempertahankan kualitas hidup penderita infeksi oromaksilofasial. Upaya edukasi yang diberikan akan dilakukan bersamaan dengan program pengabdian masyarakat (PPM) berupa pemeriksaan dan pencabutan gigi gratis untuk penduduk di Desa Jaya Mekar, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan ini dilakukan karena masih minimnya pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan infeksi oromaksilofasial, resiko yang ditimbulkan oleh infeksi oromasilofasial, serta penatalaksanaan nyeri yang timbul sebagai akibat dari infeksi oromaksilofasial.

Kegiatan PPM yang dilaksanakan di kelurahan Jaya Mekar ini, dilakukan beberapa kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan atau edukasi mengenai infeksi oromaksilofasial serta penatalaksanaan nyeri sebagai salah satu gejala klinis nyeri oromaksilofasial. Setelah itu mengadakan pemeriksaan kesehatan gigi gratis untuk anak-anak dan dewasa serta pencabutan gigi gratis untuk anak-anak.Sebagai upaya untuk dapat memperoleh hasil yang maksimal, maka sasaran

Dari program ini adalah Ibu-ibu kader Pos Pelayanan Terpadu (POSYANDU) dan Pusat Kesehatan

Masyarakat (PUSKESMAS) di wilayah desa Jaya Mekar,perangkat Desa di Wilayah desa Jaya Mekar, perawat di Puskesmas Desa Jaya Mekar,anak-anak yang mengalami masalah kesehatan gigi, lansia dengan masalah kesehatan gigi.

Mengingat bahwa proses edukasi merupakan proses yang perlu diukur keberhasilannya, maka dilakukan proses evaluasi sebelum dan setelah penyuluhan dengan menggunakan kuesioner. Sehingga didapatkan data sebelum dan sesudah proses edukasi. Selanjutnya dilakukan analisis untuk melihat efektivitas proses edukasi. Diharapkan, dengan mengedukasi para kader desa serta orang-orang yang aktif di dalam kegiatan

kemasyarakatan, maka proses edukasi akan diteruskan oleh para kader desa serta aktivis masyarakat tersebut kepada warga desa lainnya sehingga secara tidak langsung memperluas jangakauan peserta edukasi. Mengingat bahwa di dalam analisis terdapat beberapa analisis korelasi yang akan dilakukan untuk mengevaluasi apakah terdapat faktor-faktor demografis yang berhubungan dengan tingkat pengetahuan pasien, maka di data demografis berupa jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, serta jenis pekerjaan dikumpulkan sebelum penyuluhan dilakukan.

Hasil analisis memperlihatkan bahwa terdapat peningkatan skor kuesioner dari 7.74 (sebelum edukasi) menjadi 12.51 (setelah edukasi). Hasil uji t berpasangan yang dilakukan menyatakan bahwa terdapat peningkatan skor yang signifikan (p = 0.02). Berdasarkan analisis yang dilakukan, terbukti bahwa kegiatan edukasi terbukti berhasil menambah pengetahuan anggota masyarakat mengenai infeksi oromaksilofasial serta penatalaksanaan nyeri orofasial sebagai salah satu gejala klinis infeksi oromaksilofasial.Diharapkan, pengetahuan yang diperoleh masyarakat melalui pendidikan kesehatan gigi yang diberikan oleh tenaga kesehatan gigi terlatih dapat digunakan oleh anggota komunitas yang telah diedukasi sebagai “alat” untuk melindungi diri mereka dari kemungkinan terkena penyakit.

Penulis : Tantry Maulina, drg., M.Kes., Ph.D,Dr. Endang Sjamsudin, drg., SpBM,Andri Hardianto, drg., MD., SpBM., Ph.D

Artikel terkait