June 19, 2009

Analisis Spasial Keanekaragaman Burung Pemangsa Langka dan Terancam Punah : Landasan Empiris Bagi Penyusunan Kerangka Konseptual Dan Arahan Kebijakan Konservasi

Prof. Johan Iskandar, MSc., Ph.D. Parikesit,M.Sc.,Ph.D. Satoru Okubo, Ph.D. Fakultas: PPSDAL Sumberdana: STRATEGIS NASIONAL Tahun: 2009 Abstrak: Musim berkembang biak merupakan fase kritis bagi burung-burung pemangsa yang saat ini dikategorikan sebagai spesies langka dan terancam punah. Betrkaitan dengan hal tersebut telah dilakukan analisis spasial mengenai keanekaragaman burung pemangsa langka dan terancam punah dalam kaitannya dengan struktur lanskap di daerah Panaruban, Kabupaten Subang. Penelitian ini mencoba untuk mengungkapkan hubungan antara struktur lanskap dengan keberadaan sarang burung pemangsa yang terdapat pada lanskap Panaruban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lanskap Panaruban merupakan mosaik yang terdiri dari kombinasi elemen-elemen lanskap yang ditutupi vegetasi alami dan binaan. Kombinasi tersebut menyebabkan lanskap Panaruban memiliki heterogenitas yang cukup tinggi sehingga memfasilitasi empat jenis elang untuk bersarang pada lanskap tersebut. Keempat jenis burung elang cenderung memilih tempat bersarang pada lanskap yang derajat kekontrasannya tidak mencolok. Selain itu, konektivitas lanskap di daerah bersarang keempat jenis elang menunjukkan perbedaan. Dari segi kompleksitas lanskap di sekitar tempat bersarang keempat jenis elang, tidak menunjukkan perbedaan yang besar. Keempat jenis elang yang diteliti menunjukkan kecenderungan membuat sarang pada lanskap yang komplek yang diindikasikan oleh topografi dengan kemiringan yang beragam Kata kunci: Burung Pemangsa, Kebijakan Konservasi, Keanekaragaman Hayati

Artikel terkait