February 18, 2010

Ameliorasi Cemaran Herbisida Paraquat Pada Berbagai Ordo Tanah dalam Meningkatkan Produksi Jagung (Zea Mays L.)

Rija Sudirja, SP., MP Dr. Anny Yuniarti, Ir., MP Santi Rosniawaty, SP., MP Fakultas: PERTANIAN Sumberdana: Strategis Nasional Unpad Tahun: 2010 Abstrak: Setiap ordo tanah merespons kehadiran zat kontaminan di dalam tanah berbeda-beda. Zat pencemar tersebut dapat diadsorpsi kuat oleh koloid tanah sesuai kemampuan mengadsorpsinya. Jika melebihi, maka berdampak negatif terhadap lingkungan. Penelitian bertujuan untuk mempelajari tiga ordo tanah yang berbeda dalam merespons zat pencemar paraquat. Penelitian dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah UNPAD. Percobaaan menggunakan Rancangan Tersarang (Nested Design), terdiri atas jenis pencemar herbida paraquat; tiga jenis tanah (Andisol, Ultisol, Vertisol); dan tiga jenis amelioran (zeolit, jerami padi, arang aktif) yang masing-masing menggunakan dosis 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% kali berat media tanah. Hasil penelitian menunjukkan pemberian dosis tiga jenis amelioran berpengaruh nyata terhadap adsorpsi herbisida paraquat, pH dan DHL pada ordo Andisol dan Vertisol, sedangkan pada Ultisol tidak berpengaruh nyata. Jenis amelioran arang aktif dosis tertinggi (20% media tanah) memiliki kemampuan mengadsorpsi herbisida paraquat nyata lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya pada Andisol, serta sama pengaruhnya dengan zeolit dan nyata lebih tinggi dibandingkan bokasi jerami pada Vertisol. Sedangkan pada Ultisol, jenis dan dosis amelioran tidak berpengaruh nyata dalam mengadsorpsi paraquat. Kemampuan arang aktif dalam mengurangi residu herbisida dan logam berat Cd berkisar antara 9.38

Artikel terkait