February 8, 2006

Aktivitas Tanah Lapukan Breksi Vulkanik dan Implikasinya Terhadap Kekuatan Fondasi di Jatinangor, Kabupaten Sumedang Jawa Barat

R. Irvan Sophian, ST , Zufialdi Zakaria, Ir.,MTdan Yuyun Yuniadi, ST.,MT Fakultas: MIPA Sumberdana: DIPA RUTIN Tahun: 2006 Abstrak: Jatinangor membutuhkan berbagai fasilitas umum. Fasilitas tersebut memerlukan kekuatan dayadukung tanah untuk peletakan fondasi yang stabil dalam menempati massa tanah masing-masing. Tanah di daerah tersebut termasuk jenis CH (lempung plastisitas tinggi) dan MH (lanau plastisitas tinggi). Berdasarkan diagram Cassagrande daerah penelitian berada antara garis U dan A, dan jenis tanah umumnya CH plastisitas tinggi. Pada tanah dengan aktivitas sedang-tinggi, daya dukung tanah yang diijinkan (qa) untuk fondasi menerus adalah antara 31.450 sampai 52.884 T/M2. Daya dukung tanah (qa) dengan angka aktivitas (A) tersebut memperlihatkan hubungan negatif (R= – 0.804058). Daya dukung tanah menurun sejalan dengan peningkatan aktivitas tanah. Arahan rencana pemantauan lingkungan dilakukan terutama pemantauan pada kondisi bangunan rumah maupun bangunan sarana lain seperti jembatan dan saluran drainase dan sebagainya. Pemantauan lingkungan perlu pula diarahkan sebagai upaya untuk mengantisipasi kerusakan-kerusakan yang timbul akibat dampak negatif. Kerusakan kecil seyogyanya diperhatikan atau diperbaiki sebelum menjadi besar Kata kunci:

Artikel terkait