December 20, 2019

Pelatihan Komunikasi Efektif bagi Tour Guide dan Pengelola Objek Wisata di Kabupaten Bandung Barat

Tim Program Pengabdian Masyarakat (PPM) Universitas Padjajaran yang diketuai oleh Dr. Anter Venus, Drs., M.Comn. dengan beranggotakan Dr. Hadi Suprapto Arifin, S.Sos., M.Si.; dan Dr. Ira Mirawati, S.Sos., M.Si. telah melakukan pengabdian dan sosialisasi berupa pelatihan komunikasi efektif bagi Tour Guide dan pengelola objek wisata di Kabupaten Bandung Barat.

Pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dibantu oleh tim mahasiswa yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN).  Adapun tim mahasiswa yang membantu pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarata ini adalah Ambhara Reyhan Anfeis, Athaya Riski Rangkuti, Azizul Rahman, Cinta Lestari Widia Putri, Fachrizal Putra Koswara, Lifia Lestari, Putri Intan Permata Sari, Shafira Meidina Rafaldini, dan Zahra Nadhirah.

Wonderful West Java Indonesia merupakan branding baru Provinsi Jawa Barat. Branding tersebut dibangun untuk meningkatkan sektor pariwisata Jawa Barat yang dianggap sebagai sebuah sektor andalan dalam peningkatan pendapatan masyarakat. Sebagai sebuah aktivitas destination branding, diperlukan sinergitas yang baik antara pemerintah, instansi terkait, dan para stakeholder, termasuk masyarakat di dalamnya. Masyarakat yang tinggal di sekitar objek wisata menjadi elemen penting dalam sebuah aktivitas branding.

Destination branding tidak akan berhasil apabila tidak didukung oleh berbagai sumber daya yang ada di dalamnya. Salah satu sumber dayanya  adalah para pengelola dan juga tour guide yang ada di tempat wisata yang bersangkutan. Kompetensi komunikasi yang baik harus dimiliki oleh mereka agar destination branding yang sedang digalakkan dapat terbukti dengan

kualitas yang dirasakan oleh para wisatawan di tempat wisata tersebut. Berdasarkan hal tersebut maka dibutuhkan pelatihan komunikasi yang efektif bagi para pengelola tempat wisata dan juga tour guide yang bekerja pada destinasi wisata tersebut.

Jojogan merupakan salah satu destinasi wisata baru yang sedang dikembangkan di Kabupaten Pangandaran. Oleh karena itu, sejalan dengan penelitian yang sedang dilakukan, maka tim juga melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Cintaratu Kecamatan Parigi yang merupakan wilayah dimana destinasi wisata Jojogan berada.

Kegiatan ini dilaksanakan guna menyelesaikan berbagai permasalahan. Adapun permasalahan-permasalahan tersebut dapat diidentifikasi dalam tiga aspek yaitu aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek psikomotorik.

Aspek kognitif, masalah dalam indikator ini yaitu Tour Guide dan pengelola objek wisata Curug Malela belum memiliki pengetahuan mengenai komunikasi efektif yang dapat mereka lakukan dengan para wisatawan yang mengunjungi objek wisata. Oleh karena itu, tim memberikan materi mengenai  konsep dasar komunikasi efektif dan cara-cara melakukan komunikasi efektif dengan para wisatawan yang mengunjungi objek wisata Jojogan sebagai pemecahan masalah.

Aspek afektif, masalah dalam indikator ini yaitu Tour Guide dan pengelola objek wisata Curug Malela belum memiliki kesadaran dan kemauan untuk mengelola komunikasi yang efektif dengan para wisatawan. Kemudian, para Tour Guide dan pengelola objek wisata diberikan kesadaran mengenai pentingnya melakukan komunikasi efektif dengan wisatawan yang mendatangi objek wisata Jojogan.

Aspek psikomotorik, masalah dalam indikator ini yaitu Tour Guide dan pengelola objek wisata Curug Malela belum memiliki kemampuan untuk melakukan komunikasi efektif dengan wisatawan. Maka dari itu, Tour Guide dan pengelola objek wisata diajak untuk melakukan praktek komunikasi efektif secara langsung.

Setiap pelaksanaan program mengharuskan adanya persiapan terlebih dahulu. Untuk kegiatan pengabdian pada masyarakat ini, tahap persiapan dilakukan dengan melakukan beberapa kegiatan yang dimulai dari penjajagan lokasi pelaksanaan kegiatan, analisis kebutuhan khalayak, pengurusan perizinan kegiatan, penyusunan desain kegiatan, sosialisasi kegiatan, persiapan alat bantu kegiatan, dan persiapan materi kegiatan.

Khalayak sasaran kegiatan ini adalah seluruh tour guide dan pengelola objek wisata Curug Malela yang terdapat di Desa Cicadas Kecamatan Rongga Kabupaten Bandung Barat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini terdiri dari berbagai cara. Kegiatan ini dibagi ke dalam beberapa sesi, dimana di dalamnya dilakukan kegiatan tutorial, diskusi dan praktek langsung. Beberapa materi yang berkaitan dengan resiko bencana akan dikemas dalam sebuah modul yang akan dibagikan kepada seluruh peserta kegiatan. Berikut merupakan rincian dari metode pelaksanaan yang akan dilakukan.

Kegiatan pelatihan ini telah dilaksanakan pada tanggal 22 Juli 2019 di Kantor Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat. Sebanyak 35 orang, yang terdiri dari pengelola wisata dan tour guide di destinasi wisaata Jojogan menjadi peserta dalam pelatihan ini.

Materi yang disiapkan untuk pelaksanaan kegiatan PPM ini adalah berupa materi presentasi dan juga berbagai video yang digunakan untuk menunjukkan mengenai cara melakukan komunikasi yang efektif. Selain itu, disiapkan juga berbagai alat bantu yang dibutuhkan dalam kegiatan. Berikut merupakan alat bantu yang dipersiapkan adalah seminar kit, yang akan diberikan kepada seluruh peserta pelatihan. Seminar kit ini berisikan alat tulis yang dapat digunakan oleh peserta kegiatan ketika pelaksanaan kegiatan pelatihan, doorprize yang akan diberikan kepada para peserta yang berpartisipasi aktif pada seluruh rangkaian kegiatan. Hal tersebut dikarenakan saat pelaksanaan kegiatan pelatihan akan dilakukan berbagai kegiatan seperti kuis dan juga praktek langsung dimana bagi peserta yang berhasil menjawab atau berpartisipasi dalam praktek langsung maka akan mendapatkan doorprize. Selain itu, sertifikat bukan hanya diberikan kepada para pembicara tetapi seluruh peserta mendapatkan sertifikat sebagai pembicara. 

Setelah kegiatan pelatihan selesai dilaksanakan, tim pelaksanan membagian sebuah kuesioner pada masing-masing peserta pelatihan untuk diisi. Pengisian kuesioner ini dimaksudkan sebagai sebuah post test untuk mengetahui perubahan pengetahuan yang ada dalam diri peserta setelah selesai melakukan pelatihan. latihan. Hasil post testmenunjukkan bahwa peserta kegiatan yang terdiri dari para pengelola objek wisata berharap mampu membuat sebuah design media komunikasi yang terintegrasi satu sama lain dalam mempromosikan destinasi wisata Curug Malela. Hal tersebut dikarenakan saat ini pengelolaan media masih dilakukan secara individualis. Pelatihan berjalan sangat lancar. Antusiasme dari peserta pelatihan sangat terlihat. Bahkan banyak dari mereka yang mengusulkan adanya pelatihan lanjutan.

Artikel terkait